Wednesday, July 12, 2017

CERITA DEWASA +18 – CEWEK BERJILBAB ML DI ASRAMA

CERITA DEWASA – ML DI ASRAMA
Halo namaku widya, cerita ini berdasarkan pengalaman ku semasa SMA. Saya bersekolah di salah satu sma boarding school di bandung. Asal saya jauh dari malang. Beruntung sekolah yang tempati belajar adalah sekolah yang memiliki fasilitas asrama yang enak dan nyaman. Namun, cerita ini kutulis karena beberapa bulan yang lalu aku mendapatkan sebuah pengalaman yang sangat enak. Cerita ini berawal ketika aku masih berada di kelas 2. Waktu itu aku, lagi jatuh cinta sama senior kelas 3, namanya rahmat. Dia tinggi, tampan, dan seksi. Setiap jam istirahat,kupandangangi dia terus menerus di kantin. Ternyata dia menyadari bahwa aku memperhatikannya dari dulu.
            Tiba –tiba dia datang menghampiri meja makanku sambil membawa makanannya. Kemudian dia  menyapaku dengan suara yang lembut “hai, widya kan kelas 2A”. lalu kataku sambil menatapnya dengan tatapan kosong “I I iya kak”. “kamu dari tadi ngeliating aku yah?” Tanya rahmat. “I I ya kak.” Jawabku tertegun. “boleh kuminta nomor telfonmu?” minta dia. Tiba-tiba aku berfikir, apa yang sedang terjadi. Entah mengapa diriku ini serasa ingin teriak kegirangan, tapi tertahan karena banyak orang di kantin. Setelah memberikan nomor telfon ku. Aku sangat terkejut. Ketika dua senior cewek mendatangi meja makanku setelah kak rahmat beranjak. Namanya sofa dan winda. “ kamu lagi bahas apa dek sama rahmat?” kata kak winda.
“nggak ada apa-apa kak.” Jawabku. “kamu hati-hati yah sama rahmat, soalnya dia orangnya mesum” kata sofa. Pikirku heran kenapa dia mengatakan hal tersebut padahal mereka sekelas.
Setelah pelajaran selesai, semua murid kembali ke asrama masing-masing. Aku berlali dari kelas ke asrama Cuma mau cek ponsel aku yang tertinggal. Dan benar saja, ada nomor tak dikenal masuk ke ponsel ku. Tanpa berfikir panjang, aku mencoba menghubunginya kembali.
“halo, ini siapa ya?” Tanya ku penasaran.
“ halo widya, ini rahmat yang tadi minta nomor telfon kamu” kata kak rahmat.
Dalam hati ingin berteriak sekeras-kerasnya. Tapi ada lisa yang sedang istirahat di kamar.
“nanti malam ketemuan yuk, di depan uks.” Kata kak rahmat.
“ hah, di depan uks kak? Mo ngapain?” tanyaku aneh.
“udah nanti kamu bakal liat sendiri”. Kata kak rahmat.
Kemudian aku menutup telponnya tanpa meng iyakan permintaannya. Sejenak ku teringat kembali tentang apa yang dikatakan oleh dua senior teman sekelas dari kak rahmat. Hingga ngantuk rasanya.
Setelah sholat isya di masjid, semua murid makan malam di pantry. Terkecuali aku yang langsung ke asrama, aku sedang bersiap-siap dan berdandan yang cantik, biar kak rahmat jatuh cinta sama aku. Sambil mengenakan jilbab polos, dan baju sweater yang sedikit ketat. Alhasil payudaraku yang berukuran besar untuk seusiaku terlihat menonjol di dadaku. Setelah aku sampai didepan uks, aku memberitahu kak rahmat bahwa aku sudah sampai di depan. Tiba-tiba ada sms darinya kalau dia sudah menungguku didalam uks dan menyuruhku cepat – cepat masuk.
Aku masuk ke dalam uks dan dia sedang duduk di tempat tidur yang ada didalam uks.
“eh sini wid.” Katanya. “kita mau ngapain disini kak?” tanyaku. Kalau orang mau pacaran tuh enaknya disini soalnya gak ada bias liatin” kata kak rahmat. “tapi kita kan nggak pacaran kak” kataku. Spontan dia menarik tanganku dan membelai pipiki dan berkata” ya udah, kamu mau nggak jadi pacar aku?”. Aku merasa kaget dan takut tentang apa yang dia perbuat, dadaku serasa terpacu, diriku serara tidak ingin berkata tidak. Melihat matanya yang tajam, membuatku terpaku sesaat. Aku tidak bisa bergerak kecuali bibirku yang telah mengucapkan “ya” tanda aku telah menyetujuinya sebagai pacarku.
Sentuhan jarinya di pipiku membuatku sedikit teransang. Dan tangan kirinya yang awalnya memegang tangan ku, tiba-tiba naik ke pundak dan sampai ke leher  bagian belakang. Perlahan-lahan aku menikmati gerakannya. “wid, aku booleh cium kamu ga?” katanya. “ bo boleh kak” kataku iya.
Bibir kami perlahan bertemu. Rasanya manis seperti memakan sebuah permen. Entah mengapa semakin lama bibir kami bergerak semakin cepat dan lidahnya menjulur kedalam mulutku. Kami berpagutan satu sama lain. Nikmat sekali rasanya. Sambil berciuman, tangannya tiba-tiba turun mengelus tubuh ku dan terus sampai menyentuh buah dadaku. Sontak aku langsung merasa kenikmatan luar biasa. Aku merasa ada yang memijat kepalaku sangat nikmat. Ternyata itulah rasanya ketika payudaraku yang besar ini di remas-remas oleh seorang laki-laki.
“kamu nggak masalah kan wid, kalo aku boleh netek sama kamu?” Tanya dia.
“nggak apa-apa kak, silahkan kak” kataku tanpa berfikir. Akhirnya dia membuka sweater ku dan menciumi bagian atas payudaraku. Sontak aku langsung merasakan kenikmatannya. Kemudian lanjut dia membuka braku dan menjilati putingku yang berwarna coklat gelap dan sudah mengeras akibat rangsangannya.
“ahh, kak nikmat” kataku. Kak rahmat menghiraukanku dan llanjut memegangi selangkangan ku yang sudah sedikit becek akibat berpagutan. Dia menggerakkan jari-jarinya di selangkangan ku dan membuatku basah dan menjerit. “ahhh sakitt” kataku. “sstt diam, nanti ada yang datang”. Katanya. Kami kemudian melanjutkannya. Saat itu sweaterku sudah terlepas, braku melayang entah kemana, rokku sudah tersingkap, yang tersisa kini hanya jilbabku yang masih terpasang. Aku mulai merasakan kenikmatan yang diberikan oleh kak rahmat. Tiba-tiba tangan kirinya menggapai tangan ku lalu dia masukkan ke dalam celananya. Dan ternyata dia sudah ereksi, dan tangan ku yang kecil ini tidak bisa memegangnya secara penuh. “kak, aku buka celananya ya kak.” Kataku. Tanpa menunggu jawaban darinya aku langsung membukanya, dan aku terkagum melihat ukuran penisnya yang bukan main. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana penis sebesar itu masuk kedalam vaginaku yang masih perawan ini.
Tiba tiba dia menyuruhku jongkok dan mengulum penisnya. Aku merasa jijik dan ingin muntah karena ini baru pertama kalinya penis masuk kedalam mulutku. Setelah beberapa menit aku sudah capek menyepong nya, dan segera mengeluarkannya dari mulutku. “udah ya kak. Aku capek nih” kataku. “aku masukin kontolku ke memekmu yah wid” mintanya.aku terkejut dan sedikit menolak “jangan kak, aku masih perawan”kataku. “ga papa wid, sakitnya Cuma diawalnya saja, nantikamu bakal keenakan.” Katanya. Tapi aku masih ragu dan takut. Tiba-tiba saja dia mengangkat badanku dan menidurkan di kasur yang tipis. Disngkapnya rokku dan memekku yang berbulu tipis akhirnya terlihat jelas. Dia kemudian menjilati klitorisku dan sedikit memberikan ludahnya. Aku sangat kegirangan dan menggelinjang karena perbuatannya pada vaginaku. Dia kemudian mengarahkan senjatanya ke dalam lubang kesucianku.
“pelan-pelan kak, ahhhh..sakittt” desahku kenikmatan.
“tahan dikit ya wid” katanya sambil menarik kembali penisnya dan memasukkannya secara perlahan-lahan. Tidak tahan aku melihatnya. Aku menutup mata dan berharap rasa sakitnya segera hilang. Benar saja, aku langsung kenikmatan setelah beberapa genjotan yang dilakukan kak rahmat. Rasanya seperti ada yang memijit selangkangan ku. Sambil menggenjot vaginaku, mulutku juga berpagutan dengan mulutnya seperti awal tadi, dan juga tangannya meremas buah dadaku yang kiri. Aku tak bisa menahan rasa nikmatnya.semakin lama, gerakannya semakin cepat, dan aku sudah mulai merasa ingin orgasme.
“ahhh lagi kak, lagi”katakku. Aku merasa kenikmatan yang luar biasa. Setelah beraksi 30 menit. Akhirnya dia mengeluarkan spermanya didalam mulutku. Kami sejenak berbaring diatas kasur tipis milik sekolah. Kami juga sempat berselfie untuk pertama kalinya aku bersama dengannya dan juga tanpa pakaian kecual jilbabku yang kebanjiran sperma. Setelah beristirahat, kami akhirnya beranjak dari ruang uks dan bergegas pulang ke asrama karena sudah jam 12 tengah malam. Sambil jalan, kak rahmat ternyata masih bernafsu dan sedang meremas buah dadaku. Aku membiarkannya karena toh nggak ada yang liat dan juga aku sedikit keenakan di remas olehnya. Begitulah malam pertama kami setelah resmi pacaran. Dan malam berikutnya, kami juga melakukannya, tapi kali ini agak berbeda karena kami melakukannya di asrama putri di kamarku. Kami bersetubuh di samping lisa yang tertidur nyenyak. Dan hari selanjutnya di asrama putra, bahkan selama istirahat siang, kami juga melakukannya di belakang kelas, dan berlanjut seterusnya sampai akhirnya un bagi kelas 3, tanda aku menjadi senior tua dan kak rahmat akan meninggalkanku. Setelah beberapa bulan tidak melakukannya, akhirnya aku berfikir untuk bercinta dengan adik kelas, dan setiap malam aku melakukannya di uks dengan juniorku.

No comments:

Post a Comment

popcash