CERITA DEWASA – ML DI ASRAMA
Halo namaku widya, cerita ini berdasarkan pengalaman ku
semasa SMA. Saya bersekolah di salah satu sma boarding school di bandung. Asal saya
jauh dari malang. Beruntung sekolah yang tempati belajar adalah sekolah yang
memiliki fasilitas asrama yang enak dan nyaman. Namun, cerita ini kutulis
karena beberapa bulan yang lalu aku mendapatkan sebuah pengalaman yang sangat
enak. Cerita ini berawal ketika aku masih berada di kelas 2. Waktu itu aku,
lagi jatuh cinta sama senior kelas 3, namanya rahmat. Dia tinggi, tampan, dan
seksi. Setiap jam istirahat,kupandangangi dia terus menerus di kantin. Ternyata
dia menyadari bahwa aku memperhatikannya dari dulu.
Tiba –tiba dia
datang menghampiri meja makanku sambil membawa makanannya. Kemudian dia menyapaku dengan suara yang lembut “hai, widya
kan kelas 2A”. lalu kataku sambil menatapnya dengan tatapan kosong “I I iya kak”.
“kamu dari tadi ngeliating aku yah?” Tanya rahmat. “I I ya kak.” Jawabku tertegun.
“boleh kuminta nomor telfonmu?” minta dia. Tiba-tiba aku berfikir, apa yang
sedang terjadi. Entah mengapa diriku ini serasa ingin teriak kegirangan, tapi
tertahan karena banyak orang di kantin. Setelah memberikan nomor telfon ku. Aku
sangat terkejut. Ketika dua senior cewek mendatangi meja makanku setelah kak
rahmat beranjak. Namanya sofa dan winda. “ kamu lagi bahas apa dek sama rahmat?”
kata kak winda.
“nggak ada apa-apa kak.” Jawabku. “kamu hati-hati yah sama
rahmat, soalnya dia orangnya mesum” kata sofa. Pikirku heran kenapa dia
mengatakan hal tersebut padahal mereka sekelas.
Setelah pelajaran selesai, semua murid kembali ke asrama
masing-masing. Aku berlali dari kelas ke asrama Cuma mau cek ponsel aku yang
tertinggal. Dan benar saja, ada nomor tak dikenal masuk ke ponsel ku. Tanpa berfikir
panjang, aku mencoba menghubunginya kembali.
“halo, ini siapa ya?” Tanya ku penasaran.
“ halo widya, ini rahmat yang tadi minta nomor telfon kamu”
kata kak rahmat.
Dalam hati ingin berteriak sekeras-kerasnya. Tapi ada lisa
yang sedang istirahat di kamar.
“nanti malam ketemuan yuk, di depan uks.” Kata kak rahmat.
“ hah, di depan uks kak? Mo ngapain?” tanyaku aneh.
“udah nanti kamu bakal liat sendiri”. Kata kak rahmat.
Kemudian aku menutup telponnya tanpa meng iyakan
permintaannya. Sejenak ku teringat kembali tentang apa yang dikatakan oleh dua
senior teman sekelas dari kak rahmat. Hingga ngantuk rasanya.
Setelah sholat isya di masjid, semua murid makan malam di
pantry. Terkecuali aku yang langsung ke asrama, aku sedang bersiap-siap dan
berdandan yang cantik, biar kak rahmat jatuh cinta sama aku. Sambil mengenakan
jilbab polos, dan baju sweater yang sedikit ketat. Alhasil payudaraku yang
berukuran besar untuk seusiaku terlihat menonjol di dadaku. Setelah aku sampai
didepan uks, aku memberitahu kak rahmat bahwa aku sudah sampai di depan. Tiba-tiba
ada sms darinya kalau dia sudah menungguku didalam uks dan menyuruhku cepat –
cepat masuk.
Aku masuk ke dalam uks dan dia sedang duduk di tempat tidur
yang ada didalam uks.
“eh sini wid.” Katanya. “kita mau ngapain disini kak?”
tanyaku. Kalau orang mau pacaran tuh enaknya disini soalnya gak ada bias liatin”
kata kak rahmat. “tapi kita kan nggak pacaran kak” kataku. Spontan dia menarik
tanganku dan membelai pipiki dan berkata” ya udah, kamu mau nggak jadi pacar
aku?”. Aku merasa kaget dan takut tentang apa yang dia perbuat, dadaku serasa
terpacu, diriku serara tidak ingin berkata tidak. Melihat matanya yang tajam,
membuatku terpaku sesaat. Aku tidak bisa bergerak kecuali bibirku yang telah
mengucapkan “ya” tanda aku telah menyetujuinya sebagai pacarku.
Sentuhan jarinya di pipiku membuatku sedikit teransang. Dan tangan
kirinya yang awalnya memegang tangan ku, tiba-tiba naik ke pundak dan sampai ke
leher bagian belakang. Perlahan-lahan
aku menikmati gerakannya. “wid, aku booleh cium kamu ga?” katanya. “ bo boleh
kak” kataku iya.
Bibir kami perlahan bertemu. Rasanya manis seperti memakan
sebuah permen. Entah mengapa semakin lama bibir kami bergerak semakin cepat dan
lidahnya menjulur kedalam mulutku. Kami berpagutan satu sama lain. Nikmat sekali
rasanya. Sambil berciuman, tangannya tiba-tiba turun mengelus tubuh ku dan
terus sampai menyentuh buah dadaku. Sontak aku langsung merasa kenikmatan luar
biasa. Aku merasa ada yang memijat kepalaku sangat nikmat. Ternyata itulah
rasanya ketika payudaraku yang besar ini di remas-remas oleh seorang laki-laki.
“kamu nggak masalah kan wid, kalo aku boleh netek sama kamu?”
Tanya dia.
“nggak apa-apa kak, silahkan kak” kataku tanpa berfikir. Akhirnya
dia membuka sweater ku dan menciumi bagian atas payudaraku. Sontak aku langsung
merasakan kenikmatannya. Kemudian lanjut dia membuka braku dan menjilati
putingku yang berwarna coklat gelap dan sudah mengeras akibat rangsangannya.
“ahh, kak nikmat” kataku. Kak rahmat menghiraukanku dan
llanjut memegangi selangkangan ku yang sudah sedikit becek akibat berpagutan. Dia
menggerakkan jari-jarinya di selangkangan ku dan membuatku basah dan menjerit. “ahhh
sakitt” kataku. “sstt diam, nanti ada yang datang”. Katanya. Kami kemudian
melanjutkannya. Saat itu sweaterku sudah terlepas, braku melayang entah kemana,
rokku sudah tersingkap, yang tersisa kini hanya jilbabku yang masih terpasang. Aku
mulai merasakan kenikmatan yang diberikan oleh kak rahmat. Tiba-tiba tangan
kirinya menggapai tangan ku lalu dia masukkan ke dalam celananya. Dan ternyata
dia sudah ereksi, dan tangan ku yang kecil ini tidak bisa memegangnya secara
penuh. “kak, aku buka celananya ya kak.” Kataku. Tanpa menunggu jawaban darinya
aku langsung membukanya, dan aku terkagum melihat ukuran penisnya yang bukan
main. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana penis sebesar itu masuk kedalam
vaginaku yang masih perawan ini.
Tiba tiba dia menyuruhku jongkok dan mengulum penisnya. Aku merasa
jijik dan ingin muntah karena ini baru pertama kalinya penis masuk kedalam
mulutku. Setelah beberapa menit aku sudah capek menyepong nya, dan segera
mengeluarkannya dari mulutku. “udah ya kak. Aku capek nih” kataku. “aku masukin
kontolku ke memekmu yah wid” mintanya.aku terkejut dan sedikit menolak “jangan
kak, aku masih perawan”kataku. “ga papa wid, sakitnya Cuma diawalnya saja,
nantikamu bakal keenakan.” Katanya. Tapi aku masih ragu dan takut. Tiba-tiba
saja dia mengangkat badanku dan menidurkan di kasur yang tipis. Disngkapnya rokku
dan memekku yang berbulu tipis akhirnya terlihat jelas. Dia kemudian menjilati
klitorisku dan sedikit memberikan ludahnya. Aku sangat kegirangan dan
menggelinjang karena perbuatannya pada vaginaku. Dia kemudian mengarahkan senjatanya
ke dalam lubang kesucianku.
“pelan-pelan kak, ahhhh..sakittt” desahku kenikmatan.
“tahan dikit ya wid” katanya sambil menarik kembali penisnya
dan memasukkannya secara perlahan-lahan. Tidak tahan aku melihatnya. Aku menutup
mata dan berharap rasa sakitnya segera hilang. Benar saja, aku langsung
kenikmatan setelah beberapa genjotan yang dilakukan kak rahmat. Rasanya seperti
ada yang memijit selangkangan ku. Sambil menggenjot vaginaku, mulutku juga
berpagutan dengan mulutnya seperti awal tadi, dan juga tangannya meremas buah
dadaku yang kiri. Aku tak bisa menahan rasa nikmatnya.semakin lama, gerakannya
semakin cepat, dan aku sudah mulai merasa ingin orgasme.
“ahhh lagi kak, lagi”katakku. Aku merasa kenikmatan yang luar
biasa. Setelah beraksi 30 menit. Akhirnya dia mengeluarkan spermanya didalam
mulutku. Kami sejenak berbaring diatas kasur tipis milik sekolah. Kami juga
sempat berselfie untuk pertama kalinya aku bersama dengannya dan juga tanpa
pakaian kecual jilbabku yang kebanjiran sperma. Setelah beristirahat, kami
akhirnya beranjak dari ruang uks dan bergegas pulang ke asrama karena sudah jam
12 tengah malam. Sambil jalan, kak rahmat ternyata masih bernafsu dan sedang
meremas buah dadaku. Aku membiarkannya karena toh nggak ada yang liat dan juga
aku sedikit keenakan di remas olehnya. Begitulah malam pertama kami setelah
resmi pacaran. Dan malam berikutnya, kami juga melakukannya, tapi kali ini agak
berbeda karena kami melakukannya di asrama putri di kamarku. Kami bersetubuh di
samping lisa yang tertidur nyenyak. Dan hari selanjutnya di asrama putra,
bahkan selama istirahat siang, kami juga melakukannya di belakang kelas, dan
berlanjut seterusnya sampai akhirnya un bagi kelas 3, tanda aku menjadi senior
tua dan kak rahmat akan meninggalkanku. Setelah beberapa bulan tidak melakukannya,
akhirnya aku berfikir untuk bercinta dengan adik kelas, dan setiap malam aku
melakukannya di uks dengan juniorku.
No comments:
Post a Comment